analisa kucluk, berita sekenanya, coretan semaunya, ide mendadak, kritik pedas, tips seadanya, trik ngawur
Dari blog ke vlog
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Blog yang saya mulai belasan tahun lalu. Tapi cuma sekedar memulai. Sekarang lanjut mulai vlog di youtube. Semoga bukan hanya sekedar memulai. https://www.youtube.com/@LORDJAGAD
1. Mengakui anda sebagai istri satu-satunya. Yang lain cuma figuran. 2. Selalu menjelaskan kemana saja dia pergi. 3. Tidak suka melihat anda lelah, apalagi sampai ngos-ngosan. 4. Tidak suka acara rapat malam, karena acara "rapat" yang lebih penting dengan anda. 5. Tidak pernah membandinglan anda dengan istri tetangga,apalagi istri simpanannya(maksudnya,yang disimpan tetangga tadi). 6. Apa yang anda lakukan selalu dianggap baik (kalau memang baik). 7. Selalu ingin melihat anda tampil cantik (apalagi dengan biaya murah). 8. Cincin tanda pernikahan (kalau punya), selalu dipakainya. 9. Pulang kerja, biasanya bawa sesuatu yang disukai istrinya. 10. Paling tahu hal-hal yang bikin senang/marah sang istri. 11. Tidak mengganggu istrinya kalau lagi baca koran. 12. Selalu membantu istri kalau kekurangan uang untuk bayar arisan. 13. Tidak rela istrinya berlama-lama di dapur (apalagi kalau nggak masak). 14. Kesedihan istri derita suami. 15. Rela tidak makan, asal istri kenya...
"Sehabis minum sebotol Vodka, aku merasa seperti anak yang baru lahir" "Jadi, kamu kuat dan segar?" "Aku tidak sanggup berdiri, dan aku menunggu seseorang menggendongku..." wk
Serba salah jadi wong cilik , jadi bawahan.. Wong cilik selalu saja dituntut memenuhi kewajibannya, meskipun hak-haknya tidak selalu dipenuhi oleh si penguasa. Mau melawan, pasti kalah. Tidak melawan, harus siap ditindas seumur hidup oleh si penguasa. Apa memang seorang yang berkuasa harus semena-mena seperti itu? Sepertinya di negara ini kata "penguasa" dan "semena-mena" memang identik, tidak atau jarang sekali terpisahkan. Atau memang aturannya harus begitu? Kalau tidak semena-mena, bukan penguasa namanya! Apalagi kalau penguasa sudah bersekutu dengan penguasa lain, wong cilik pun tidak berdaya. Menjelma menjadi sandal jepit ! Pasrah terinjak-injak! Dan dengan pintarnya, si penguasa memanipulasi fakta, mengolah kata- kata. Sehingga yang salah pun menjadi terbenarkan! (****** =mesoh-mesoh!) Mungkin karena situasi itulah, di negeri ini muncul slogan baru "Yang kaya semakin kaya, yang miskin makin miskin". Ada pula istilah ...
Komentar
Posting Komentar
komentar ngawur